Back Home |  RSS Posts |  RSS Comments

WP Platinum Page Menu

  • Biodata Diri

 

 

WP Platinum Blog


Energi Non Konfensional

POTENSI LIMBAH PETERNAKAN SEBAGAI

SUMBER ENERGI BIOGAS

Potensi Limbah Peternakan di Indonesia.

Di saat ini usaha peternakan di Indonesia cukup maju dan berkembang pesat. Hal ini merupakan pengaruh dari masuknya bibit – bibit unggul dari luar negeri yang dikembangkan secara intensif seperti ayam broiler yang berasal dari Eropa, lembu potong dari Australia, dll. Apalagi dengan campur tangan pengusaha – pengusaha besar yang telah membuka usahanya dalam bidang peternakan secara besar – besaran.

Namun perlu kita ketahui dibalik semakin berkembangnya usaha peternakan yang semakin pesat ternyata dapat mengasilkan dampak dari akibat banyaknya usaha dalam bidang peternakan tersebut yaitu terakumulasinya limbah peternakan berupa kotoran ( feses ) dan sisa pakan. Selama ini pemanfataan feses dan sisa pakan dapat digunakan pula sebagai pupuk kandang atau campuran dalam pembuatan kompos dalam pembuatan kompos untuk menyuburkan tanaman. Namun, bila ternyata jumlah limbah secara berlibahan tidak segera dimanfaatkan maka akan menimbulan bau yang kurang sedap selain itu dapat menimbulkan berbagai penyakit.

Potensi limbah peternakan di Indonesia cukup besar. Sebagai gambaran dapat dilihat data berikut ini : 1 (satu) ekor lembu dewasa menghasilkan feses seitar 20 kg/hari (Dyer dan O’Marry, 1973). Berdasarkan dari data tersebut jika dikonversikan dalam perusahaan penggemukan lembu dengan jumlah antara 1500 – 7000 ekor, maka akan menghasilkan feses sebanyak 30 – 140 ton per hari atau sekitar 10,9 – 51,1 ribu ton per tahun. Jumlah yang sekian besar ini hanya dari sebuah perusahaan penggemukan lembu saja, belum terhitung limbah dari jenis ternak yang lain seperti usaha – usaha berskala menengah dan kecil serta perorangan yang jumlahnya mencapai jutaan peternak di seluruh Indonesia.

Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa potensi limbah peternakan, khususnya limbah dari kotoran lembu dapat juga dimanfaatkan sebagai energi untuk bahan bakar dengan terlebih dahulu diproses menjadi Biogas

Dampak Limbah Peternakan dan Kaitannya Dengan Pelestarian Lingkungan.

Kesadaran untuk menjaga kesehatan lingkungan masih sulit ditingkatan, terutama di negara – negara yang sedang berkembang . Lebih – lebih di kota besar yang hampir tiap tahun terlanda banjir akibat parit – parit tersumbat oleh sampah. Selain itu yang menjadi masalah utama bagi masyarakat pedesaan adalah pencemaran kotoran ternak di lingkungan keluarga. Kotoran ternak tersebut merupakan media penyakit yang mencekam kehidupan keluarga para petani ternak di pedesaan dan lingkungan umum. Limbah peternakan yang berupa feses dan sisa pakan memerlukan penangannan secara khusus. Penanganan limbah peternakan yang biasa dilakukan oleh para petani/peternak adalah menampung di kolam terbuka sehinga proses fermentasi aerorobik dan degradasi senyawa oranik berlangsung sangat lambat (Mc.Kinney, 1962).

Hal ini jelas tidak nyaman untuk dipandang dan berbau busuk yang menyengat hidung, dan dapat menjadi sumber polusi yang mengganggu kesehatan. Lebih – lebih bila limbah dibuang ke sungai tentu akan mencemarkan air sungai yang sangat berbahaya bagi masyarakat pengguna air sungai untuk keperluan sehari – hari. Pada awalnya populasi bakteri pengurai limbah jumlahnya cukup besar sejalan denan meningkatnya polutan, namun pada suatu tingkatan tertentu cenderung menurun aktivitasnya sejalan denan semakin terbatasnya oksigen (O2) yang tersedia dalam perairan tersebut. Yang akhirnya dapat menimbulkan gas beracun yang berasal dari feses ternak dan dari proses pembusukannya.

Beberapa gas dan senyawa kimia yang dalam jumlah tertentu akan mengganggu kesehatan antara lain : ammonia (terutama pada ayam), H2S, metan, gas – gas lain, amina, merkaptan, sulfida, dan disulfida. Toleransi makhlu hidup terhadap gas – gas tersebut diatas sangatlah terbatas. Sebagai contoh pengaruh amonia terhadap kesehatan. Toleransi manusia terhadap ammonia adalah: 5 – 10 ppm, sedangakan pada babi adalah 25 ppm, dan pada unggas sekitar 15 – 20 ppm. Pada manusia pada kadar 20 ppm dapat terjadinya iritasi pada mata dan saluran pernapasan, sedangkkan pada babi denga kadar 50 ppm akan menghambat pertumbuhan dan jika terjadi kontak dalam watu yang lama dapat menyebabkan terserang pneumonia mencapai 50 – 100 ppm (North, 1974 dan Curtis, 1983) pengaruhnya terhadap ayam, khususnya ayam broiler, adalah menambat pertumbuhan sebesar 7 %.

Dengan adanya dampak – dampak yang telah dijelaskan maka diperlukannya suatu kesadaran masyarakat untuk peduli pada pentinnya menjaga kelestarian lingkungan yang berdampak pada kesehatan dan seluruh aspek kehidupan di muka bumi ini. Dengan adanya berbagai penemuan dan pengembangan energi – energi terbarukan secara non konfensional seperti adanya energi Biogas yang memanfaatkan limbah peternakan secara maksimal diharapkan menjadi sebuah solusi alternatif yang dapat menggantikan energi konfensional yang keberadaannya semakin krisis dan tidak menguntungkan bagi kelestarian lingkungan. Yang tentunya lebih menguntungkan dari berbagai aspek ekonomi, kesehatan, dan pelestarian lingkungan dan bahkan dari sektor peternakan dan pertanian dan mengurangi resiko global warming.

global_warming2

Kandungan Kimia Kotoran Sapi / Lembu.

Kotoran ternak dan sisa pakan, khususnya ternak sapi / lembu, banyak menandung karbohidrat terutama jenis selulosa atau serat – seratan, di samping protein dan lemak. Senyawaan kimia tersebut sangat potensial untuk sumber karbon yang merupakan penyusun utama dari pembuatan Biogas.

0094

Komposisi kimia feses sapi / lembu dan beberapa sisa pakan seperti jerami kacang tanah, jerami jagung, dan jerami padi dapat dilihat pada table 1 berikut ini.

Tabel 1. Komposisi Kilmia Kotoran Sapi / Lembu dan Sisa Pakan.


Unsur


Feses Sapi

Sisa Pakan

Jerami kacang tanah

Jerami Jagung

Jerami Padi

Bahan Kering

Protein

Serat Kasar

Lemak

Abu

Kalsium

Phospor

21,24

6,74

36,34

2,45

22,11

0,43

2,25

20,52

13,20

34,70

1,70

6,50

1,20

0,80

10,0

9,5

30,6

2,2

9,6

0,7

0,5

25,5

5,7

30,9

1,8

20,5

0,1

0,1


Dalam tabel di atas tampak bahwa protein, serat, dan lemak merupakan penyusun utama bahan organic baik dari sisa pakan maupun dari feses sapi / lembu. Bahan organic ini sangat potensial sebagai sumber karbon. Cara mendapatkan sumber karbon ini adalah dengan dua cara. Untuk pembuatan energi Biogas dengan cara proses penguraian dari sisa – sisa makhluk hidup yang diuraikan melalui mikroba dari kotoran sapi tersebut.

Limbah Ternak Sebagai Alternatif Sumber Energi Konfensional.

Konsumsi Energi.

Kebutuhan energi baik dalam skala nasional maupun internasional terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu seiring dengan meningkatnya proses industrialisasi di seluruh dunia.Pola ekonomi yang semula bertitik berat pada sector pertanian, saat ini berubah menjadi pola ekonomi yang bertumpu pada pola industri. Meningkatnya kemajuan sector industri dapat dilihat dari banyaknya pabrik yang terus bermunculan baik dalam skala kecil (industri rumah tangga) maupun yang berskala besar yang melibatkan ribuan karyawan.

Penggunaan kayu bakar saat ini masih banyak dijumpai terutama di daerah pedesaan sebagai energi untuk keperluan sehari – hari di dapur. Demikian juga untuk industri kecil pengolahan makanan, pembakaran gamping, pembuatan gerabah, pembuatan keramik, dll. Penggunaan kayu bakar secara terus menerus tanpa diimbangi dengan usaha reboisasi, maka akan mengakibatkan rusaknya linkungan. Pengunaan eneri kayu bakar kayu bakar sebenarnya sanat boros , sebab efisiensinya sangat rendah, kurang dari 10% (Johannes, 1990). Efisiensi dari kayu bakar ini hanya mencapai seperempat dari efisien dari kompor minyak tanah.

Dengan perubahan pola ekonomi, maka yang perlu kita fikirkan adalah bagaimana mengupayaan penghematan energi, di samping mencari alternatif sumber energi lain untuk mengurangi ketergantungan energi dari minyak bumi. Dan upaya yang dapat dilakukandalam hal ini adalah memanfaatkan kotoran sapi / lembu untuk pembuatan energi Biogas.

Energi Biogas

Biogas adalah gas produk akhir pencernaan atau degradasi anaerobik bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerobik dalam lingkungan bebas oksigen atau udara. Biogas biasanya dikenal sebagai gas rawa atau lumpur. Gas campuran ini didapat dari proses perombakan kotoran ternak menjadi bahan organik oleh mikroba dalam kondisi tanpa oksigen. Proses ini populer disebut anaerob. Selama proses fermentasi itu berjalan, biogas pun terbentuk.

Dari proses fermentasi ini, akan dihasilkan campuran biogas yang terdiri atas, metana (CH4), karbon dioksida, hidrogen, nitrogen dan gas lain seperti H2S. metana yang dikandung biogas ini jumlahnya antara 54 – 70 persen, sedang karbon dioksidanya anatara 27 – 43 persen. tahun belakangan ini produk samping pembuatan ethanol dan biodiesel disebut-sebut juga dapat menghasilkan biogas.

Sumber Biogas

Biogas merupakan gas-gas yang dihasilkan dari proses penguraian anaerob (tanpa udara) atau fermentasi dari material organik seperti kotoran hewan, lumpur kotoran, sampah padat, atau sampah terurasi secara bio. Biogas dapat berasal dari hasil fermentasi bahan-bahan organik, diantaranya limbah tanaman seperti batang pohon jagung, jerami, sisa ampas kelapa atau tumbuhan lain, limbah perairan , dan limbah peternakan, seperti kotoran sapi, kotoran kerbau, kotoran kambing, dan kotoran unggas.

Namun, Sayangnya, pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas ini kalah saing dibandingkan pupuk tanaman dari kotoran itu.Padahal dengan teknologi biogas, kandungan zat-zat alami yang terdapat pada kotoran ternak dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan energi yang kian meningkat.Gas utama dari proses biogaster diri dari methane dan CO2. Biogas konvensional umumnya menggunakan proses cair dimana kotoran / sampah dicampur dengan air untuk membantu proses penguraian. Biogas sistem padat juga dimungkinkan, misalnya yang terjadi pada tempat pembuangan sampah padat (landfil).

Melestarikan alam dengan Biogas

Biogas memberikan solusi terhadap masalah penyediaan energi dengan murah dan tidak mencemari lingkungan. Kotoran lembu mengandung racun dan bakteri Colly yang membahayakan kesehatan manusia dan lingkungannya. Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan  Karbon dioksida (CO2) yang ikut  memberikan kontribusi bagi efek rumah kaca (green house effect) yang  bermuara pada   pemanasan global (global warming).

FOREST08

Biogas memberikan perlawanan  terhadap efek  rumah  kaca melalui 3 (tiga) cara. Pertama, Biogas memberikan substitusi atau pengganti dari bahan bakar fosil untuk penerangan, kelistrikan, memasak dan pemanasan. Kedua, Methana (CH4) yang dihasilkan secara alami oleh kotoran yang menumpuk merupakan gas penyumbang terbesar pada efek rumah kaca, bahkan lebih besar dibandingkan CO2. Pembakaran Methana pada Biogas mengubahnya menjadi CO2 sehingga mengurangi jumlah Methana di udara. Ketiga, dengan lestarinya hutan, maka akan CO2 yang ada di udara akan diserap oleh hutan yang menghasilkan Oksigen yang melawan efek rumah kaca.

Si Nyala Biru dari Kotoran ternak

Tujuan utama pembuatan unit Biogas adalah untuk pengadaan bahan bakar yang berguna sebagai bahan bakar minyak atau kayu. Pada umumnya di keluarga petani ternak di manfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak Banyak beredar kompor yang mengunakan minyak tanah listrik, dan gas (LPG = elpiji).

Ketiga – tiganya menghasilkan panas. Kompor yang paling murah adalah kompor yang memanfaatkan minyak tanah sebagai sumber bahan bakar.

Kompor yang memanfaatkan biogas masih belum terdapat di pasaran. Sehingga untuk mendapatkan kompor yang menggunakan bahan bakar dari biogas harus membuat atau merancang sendiri Adapun macam kompor biogas yang banyak dipakai petani ternak terbuat dari kaleng bekas, pipa ledeng, atau kompor biogas ubahan dari buatan pabrik

Bahan organik dimasukkan ke dalam ruangan tertutup kedap udara (disebut Digester) sehingga bakteri anaerob  akan  membusukkan  bahan  organik  tersebut yang   kemudian menghasilkan   gas (disebut Biogas). Biogas yang telah  terkumpul di dalam digester  selanjutnya dialirkan  melalui pipa penyalur gas menuju tabung penyimpan gas atau langsung ke lokasi penggunaanya.

Komposisi gas yang terdapat di dalam Biogas dapat dilihat pada tabel berikut:

Jenis Gas

Volume (%)

Methana (CH4)

40 – 70

Karbondioksida (CO2)

30 – 60

Hidrogen (H2)

0 – 1

Hidrogen Sulfida (H2S)

0 – 3


Nilai kalori dari 1 meter kubik Biogas sekitar 6.000 watt jam yang setara dengan setengah liter minyak diesel. Oleh karena itu Biogas   sangat cocok  digunakan  sebagai  bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pengganti  minyak  tanah untuk memasak, LPG, butana, batubara, maupun   bahan-bahan lain yang berasal dari fosil. Biogas  dapat  dipergunakan  dengan  cara  yang    sama  seperti  gas-gas mudah terbakar yang lain. Pembakaran biogas dilakukan pencampurn dengan sebagian oksigen(O2).

Komponen terbesar (penyusun utama) biogas adalah metana (CH4, 54-80 %-vol) dan karbon dioksida (CO2, 20-45 %-vol). Karena CH4 mempunyai sifat sulit dikompres (berbeda dengan LPG), maka CH4 dari pembangkit biogas umumnya dipakai secara langsung. Beberapa pendapat lebih menyarankan gas dari biogas digunakan langsung untuk memasak, pemanas, penerangan, menggerakkan pompa atau kompresor, atau bahkan untuk sistem pendingin absorpsi dibandingkan dikonversi menjadi listrik.

Namun demikian, untuk  mendapatkan  hasil  pembakaran  yang  optimal, perlu  dilakukan  pra  kondisi sebelum Biogas dibakar yaitu melalui proses pemurnian/penyaringan karena Biogas mengandung  beberapa gas lain yang tidak  menguntungkan.

Sebagai  salah   satu contoh, kandungan gas Hidrogen Sulfida yang tinggi yang terdapat  dalam Biogas  jika dicampur  dengan Oksigen dengan perbandingan 1:20, maka  akan menghasilkan gas yang sangat mudah meledak. Tetapi sejauh ini belum pernah dilaporkan terjadinya ledakan pada sistem Biogas sederhana..

Lampu Biogas Hemat Energi

Perlu kita ketahui pula bahwa Biogas tidak hanya dapat digunakan sebagai bahan bakar pada kompor untuk memasak. Namun, Biogas juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan suplay energi pada lampu. Lampu Biogas yang khusus sampai sekarang masih belum terdapat di pasaran. Jadi masih diperlukan pembuatan dan rancangan tersendiri. Lampu dari Biogas sebenarnya dapat memanfaatkan lampu strongking biasa.

Lampu strongking yang akan dimanfaatkan untuk lampu Bigoas harus dicoba terlebih dahulu denan minyak tanah biasa. Jika nyala lampu tersebut sudah baik berarti dapat dipakai untuk Lampu Biogas strongking yang akan digunakan. Tangki minyaknya harus dicopot lalu akan terlihat pipa untuk aliran minyak. Pipa tersebut dapat langsung dihubungkan dengan pipa aliran Biogas. Kemudian spuyernya dibesarkan . Selain itu kaos yang akan dipasang ditinggikan sedikit. Jadi tidak sama dengan pemasangan kaos lampu strongking biasa. Hal ini dimaksudkan untuk mempertinggi tekanan Biogas yang terbakar. Dengan begitu, kita akan dapat menggunakan lampu hemat energi / Lampu Biogas tersebut sebagai alternatif lampu yang bergantung pada energi konfensional.

Pupuk Organik dari limbah biogas.

Kebanyakan pemilik unit biogas hanya memanfaatkan produksi biogas sebagai hasil utamanya. Sedangkan limbahnya jarang dimanfaatkan untuk kebutuhan lain. Biogas sebenarnya merupakan hasil sampingan dari perputaran kotoran / sampah organik yang nilainya relatif rendah bila dibandingkan dengan limbah unit biogas yang berupa pupuk organik. Limbah biogas, merupakan kotoran ternak yang telah bercampur air dan siap dipakai sebagai pupuk tanaman.

Dan juga merupakan pupuk organik yang sangat kaya akan unsur-unsur  yang dibutuhkan oleh  tanaman. Bahkan, unsur-unsur tertentu seperti protein, selulose, lignin, dan lain-lain tidak bisa digantikan oleh pupuk kimia. Pupuk organik dari  biogas telah dicobakan pada tanaman jagung, bawang merah dan padi. Namun limbah biogas mempunyai volume yang relatif besar jadi perlu pengolahan yang baik. Jika dialirkan ke sunai akan menyebabkan polusi yang kurang baik bagi lingungan sekitarnya.

Maka dari itu pengolahan dan pemanfaatan hasil keluaran yang berupa slury (campuran padatan dan cairan) perlu diperhatikan. Slury atau limbah yang keluar dari tangki pencerna terdiri dari dua komponen yaitu komponen padat dan komponen cair. Komponen padat (pupuk padat) dapat digunakan sebagai pupuk tanaman. Sedangkan komponen cair diunakan untuk meninkatkan unsur hara di sawah, ladang dan lain-lain. Dengan demikian maka pemanfaatan limbah ternak dari proses penggunaan limbah biogas bukan semata-mata hanya memperbaiki dan melestarikan linkungan terutama pencemaran perairan dan struktur tanah namun kita temukan beragam manfaat antara lain :

  1. Mengurangi macam-macam penyakit.

  2. Mengurangi angaran untuk membeli pupuk buatan.

  3. Meningkatkan kuallitas tanah.

  4. Mengurangi dosis pemberian pupuk buatan.

  5. Mempertahankan kesuburan tanah.

Keuntungan Ekonomis dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Keluarga-keluarga  yang  menggunakan Biogas  sudah tidak  membutuhkan pembelian  bahan bakar karena sudah bisa terpenuhi kebutuhannya dari kotoran ternak yang dipeliharanya. Bagi mereka yang bisanya mencari, memotong  kayu bakar  di hutan kini  waktunya bisa   dipergunakan untuk  kegiatan yang memberikan nilai tambah ekonomis, dengan pekerjaan sampingan yang lain. Kotoran  ternak  menjadi  sangat  berharga, oleh  karena itu mereka  akan rajin  merawat  ternaknya sehingga kondisi kandang menjadi bersih dan kesehatan  ternak menjadi   lebih baik, pada  akhirnya membawa keuntungan dengan penjualan ternak yang lebih cepat dan berharga lebih tinggi. Keluarga petani yang biasanya menggunakan pupuk kimia untuk menanam, kini bisa menghemat biaya produksi pertaniannya karena sudah tersedia pupuk organik dalam jumlah yang memadai dan kualitas pupuk yang lebih baik.

Aspek Sosio-Kultural penerapan teknologi biogas. Menerapkan teknologi baru kepada  masyarakat desa merupakan suatu tantangan  tersendiri akibat rendahnya  latar   belakang pendidikan, pengetahuan dan wawasan yang mereka miliki. Terlebih lagi pada penerapan teknologi biogas. Tidak pernah terbayangkan  bahwa  kotoran  lembu  bisa  menghasilkan api. Selain  itu juga  mereka merasa  jijik terhadap makanan yang dimasak menggunakan Biogas. Di desa Plangkrongan, perlu waktu 2 tahun hanya untuk membangun sebuah unit Biogas  percontohan. Metode yang   dipergunakan untuk mensosialisasikan Biogas adalah dengan memilih sebuah keluarga  sebagai   Khalayak Sasaran  Antara (KSA) yang diharapkan menjadi pelopor dan bisa  mengembangkan  Biogas itu kepada  Masyarakat sebagai Khalayak Sasarannya.


Kesimpulan dan Harapan.

Dengan dikembangkannya pemanfaatan potensi sumber daya alam yang dapat diperbarui untuk menciptakan sumber daya energi non konfensional sebagai pengganti sumber daya energi konfensional yang tidak dapat diperbarui yang kni sebagai bahan acuan pokok utama dalam kebutuhan langsung aktifitas kehidupan. Energi Biogas merupakan sumber energi non konfensional yang tepat sebagai alternatif pengganti energi konfensional/BBM terutama dalam penggunaan hal yang memakai bahan bakar minyak tanah. Karena dampak dan manfaat yang diperoleh sangatlah positif.

Apalagi dalam situasi kondisi di era zaman saat ini dimana krisis energi telah terjadi yang dapat mengancam kelangsungan aktifitas kehidupan. Dengan harapan seluruh kalangan masyarakat dapat menyadari pentingnya energi biogas sehingga masyarakat dapat menggunakan secara optimalisasi energi biogas dari bahan limbah peternakan. Dengan begitu berbagai aspek kehidupan memperoleh berbagai keuntungan dalam aspek pertanian, peternakan, ekonomi masyarakat dan lingkungan baik perairan ,daratan dan udara. Dengan begitu Pemanasan global dapat berkurang secara perlahan yang berpengaruh pada kualitas lingkungan hidup dan kelangsungan hidup manusia dan bumi yang lebih baik dimasa kini dan masa mendatang.

By : Harry Sugara

05 Februari 2010

Civic Hukum



Download doc
Download Pdf
Did you like this? Share it:
Tweet

Posted in Energi on February 5th, 2010 by harrys | | No Comments »

 

Politik Nasional

SBY : Pejabat Harus Utamakan publik dari Pada Politik


sbypidato1


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan para pejabat untuk tetap mengedepankan pelayanan terhadap publik dari pada politik. Imbauan ini terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2009 yang semakin dekat.

Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan para kepala daerah kabupaten dan kota serta tokoh masyarakat se-Sumatera Utara (Sumut) yang berlangsung, Kamis (17/7/2008) malam di Hotel Grand Angkasa, Jalan Soetomo, Medan.

“Silakan berpolitik, tidak ada yang melarang, tetapi pelayanan terhadap rakyat tetap diutamakan,” kata SBY.

Dalam acara yang turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Mardiyanto dan Gubernur Sumut Syamsul Arifin, serta beberapa menteri lainnya ini, SBY meminta para pejabat kepala daerah untuk benar-benar menjalankan tugas sesuai dengan kerangka kerja yang ada. Jangan justru mendahulukan masalah politik.

Tidak lupa SBY berpesan bila melihat ada kepala daerah yang tidak menjalankan pemerintahan dengan baik, agar segera dilaporkan kepadanya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengemukakan pelaksanaan Pemilu 2009 yang akan diikuti 34 partai akan menghadirkan persaingan yang keras. Namun jangan sampai menebarkan fitnah.

“Biar kompetisi keras, tapi jangan ada fitnah dan kekerasan,” tukas SBY.

Pertemuan SBY pada malam ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan SBY selama tiga hari di Sumut. Presiden yang tiba di Medan dengan pesawat kepresidenan dari Jakarta Kamis sore sekitar pukul 16.10 WIB.

Pada Jumat 18 Juli 2008, Presiden dan rombongan dijadwalkan menutup acara Pesta Danau Toba (PDT) di Open Stage Kota Parapat, Kabupaten Simalungun. Sementara pada Sabtu 19 Juli 2008, Presiden akan melakukan panen raya di Desa Nagori Pamatang Panompean, Kecamatan Panompean Panai, Kabupaten Simalungun.

Selanjutnya menuju Kantor Bupati Serdang Bedagai (Sergai). Di sana rencananya presiden akan mendengarkan sistem pelayanan terpadu (Sistem Satu Atap/Samsat) yang diterapkan pemerintah setempat hingga berhasil mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), serta menerima buku biografi Alamrhum Tengku Rizal Nurdin mantan Gubernur Sumut yang meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat Mandala di Medan September 2005. Buku yang ditulis KI Damanik itu akan diserahkan istri almarhum, Ny. Siti Mariam Rizal Nurdin.

Download doc
Download Pdf
Did you like this? Share it:
Tweet

Posted in Politik Nasional on February 5th, 2010 by harrys | | No Comments »

 

Artikel Pendidikan

tutwuri-handayaniwarna

Realita Pendidikan Dalam Perspektif Arus Globalisasi

Pendidikan adalah suatu ajaran berbagai pengetahuan berupa ilmu & sikap moral yang ditujukan kepada peserta didik seperti siswa, mahasiswa, anak yang tengah beranjak dewasa dsb. Yang diajarkan oleh orang lain kepada kita baik melalui ajaran konsepsional teori maupun operasional realita dalam lingkup akademik, organisasi, instansi dan dalam keluarga secara bertahap. Yang berguna dan bermanfaat untuk kita dalam menjalani kehidupan.

Maka dari itu pendidikan merupakan suatu yang sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap manusia untuk menambah sebuah pengetahuan dalam konsep teori dan prakteknya dalam kehidupan yang tak lepas dari sendi – sendi pendidikan.

Pendidikan oleh kebanyakan orang adalah suatu yang berhubugnan erat atau identik dengan suatu lembaga seperti sekolah dsb.

Perlu kita ketahui dalam proses pendidikan, tidak mengenal dengan adanya tempat, ras, golongan dsb. Pendidikan mempunyai jaringan yang sangat luas untuk kita semua tanpa menenal batasan – batasan yang dapat mengekang hak kita untuk memperoleh pendidikan.

UU Pasal 28C (1) ;

“setiap orang berhak mengembangan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia” .

UU pasal 31 (1) ;

“Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan”

Tentunya dalam hal ini adalah pendidikan yang baik dan tepat dan tidak melanggar ketentuan undang – undang/aturan hukum yang berlaku.

Namun kali ini saya akan mengajak kalian semua untuk mengenal hal penting dalam lingkup pendidikan salah satunya yaitu keberadaan Realita Perkembangan Pendidikan anak Remaja Dalam Perspektif Arus Globalisasi saat ini. Globalisasi adalah merupakan sebuah arus perkembangan baru kehidupan yang berupa berbagai macam sentuhan gaya instant modern dalam bentuk life style, tekhnologi dsb yang datang berasal dari budaya luar/barat yang mempunyai dampak bagi kehidupan kita saat ini.

Budaya instan modern adalah musuh utama pendidikan. statemen tersebut memang benar, karena arti budaya instant di zaman golalisasi ini sangat bertolak belakang dengan hakikat pendidikan yang sebenarnya. Budaya instant modern merupakan dampak dari salah satu budaya globalisasi dimana seseorang akan melakukan apa saja untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkannya dengan mudah dan bersifat modern baik dari tujuan maupun cara yang dilaukannya tanpa mempedulikan apa dan bagaimana yang dilakukannya apakah itu benar atau salah, apakah sesuai dengan aturan yang berlaku atau tidak.

Sedangkan pendidikan adalah sebuah proses (kognitif),suatu kegiatan ajaran yang dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan aturan yang berlaku untuk mencapai suatu tujuan. Dalam Wikipedia disebutkan “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat”.

Kita pun dapat melihat berbagai dampak adanya arus globalisasi/ budaya instant modern tersebut seperti adanya perkembangan – perkembangan yang mencolok dari berbagai aspek seperti life style, banyaknya produk yang bersifat instant yang bisa kita temui di mana saja entah itu berupa makanan, pakaian, alat komunikasi, dan teknologi yang semakin canggih dan menawarkan kenyamanan bagi para pemakainya merupakan salah satu faktor utama dari munculnya budaya instant. tanpa kita sadari hal ini sangat mempengaruhi mentalitas kita yang selalu ingin segala sesuatunya diperoleh secara instant dan modern dan bahkan menggunakan cara-cara yang menyimpang.

teknologi-pendidikan1

Dimana hal tersebut juga akan menimbulkan sifat – sifat yang berlebihan yang kurang baik pada diri sendiri antara lain yaitu sifat konsumerisme (mentalitas dan gaya hidup yang boros), materialisme (menganggap bahwa segala sesuatu itu hanyalah benda atau barang), dan hedonisme (menganggap kenikmatan sebagai tujuan hidup). Inilah yang pada akhirnya dinamakan dengan mentalitas instanisme yang berefek pada perkembangan pendidikan anak remaja sekarang Sebagai akibat tidak adanya batasan pengertian yang dimilki masing – masing anak remaja.

Dari pihak pemerintah juga harus turun tangan dalam hal ini bukan malah terikut dalam arus globalisasi yang apabila tidak bisa memilih dan menyaring hal – hal yang baik maka akan menjadi pemerintah yang bersifat neoliberal saja. Pemerintah harus memandang pendidikan adalah program penting yang harus selalu didukung , diperhatikan dan dikembangkan karena nasib negara kedepan tergantung oleh generasi muda yang akan lahir dari hasil system pendidikan itu sendiri yang baik tidaknya tergantung pula oleh sebuah pemerintah yang mempunyai strategi program pendidikan itu sendiri.

UU Pasal 31 (3) ;

“Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang – undang”

Pemerintah juga harus lebih menekankan sikap rasa kecintaan terhadap negeri dari aspek produk, bahasa, adat, budaya dsb pada masyarakat. Melalui penyuluhan – penyuluhan pihak departemen maupun instansi terkait. Agar masyarakat tidak tercemar oleh budaya arus globalisasi yang tidak baik yang bisa menghilangkan kebudayaan dan adat ketimuran Indonesia. Bahkan juga bisa akan merubah ideologi pancasila negara kita tercinta ini.

UU pasal 32 (1) ;

“Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai – nilai budayanya”

Dari pihak sekolah, guru juga harus berperan. Pihak sekolah harus selalu bisa memantau perkembangan anak didik dalam sekolah melalui guru – guru sebagai perwakilan orang tua mereka disekolah. Sebuah sekolah harus mempunyai perencanaan strategi pembelajaran dan pendidikan yang tepat dalam proses penyampaian materi belajar. Pihak sekolah juga harus kreatif dalam menciptakan program – program pembelajaran yang tepat seperti bimbel (bimbingan belajar) dsb yang mendukung perkembangan intelektual anak didik.

Pihak sekolah juga harus bisa mengembangkan sikap peserta didik kearah yang tepat dan benar. Jadi pihak sekolah tidak hanya bisa mempelajari peserta didik dari segi materi belajar tetapi juga wajib mencantumkan nilai – nilai moral dan agama baik secara konsep dan prakteknya secara mendalam. Terutama memberi pengertian yang cukup tentang bagaimana menghadapi kehidupan saat ini yang membaur dengan arus globalisasi.

guru-mengajar

Agar pesrta didik paham dan mengerti budaya globalisasi mana yang harus diambil yang baik untuk perkembangan kehidupannya. ingkat potensi moral dan agama yang dimiliki akan berpengaruh terhadap kuat tidaknya mereka menghadapi perubahan arus zaman yang tidak tetap yang dapat mempengaruhinya. Maka dari itu penanaman nilai – moral dan agama harus dikembangkan dan bila perlu ditekankan dalam proses sistem akademik.

Dari pihak keluarga, orang tua anak juga harus berperan apalagi orang tua mempunyai kewajiban utama dalam mendidik anak dalam keluarga. Orang tua harus memperhatikan dan peduli terhadap perkembangan anak baik dari segi pendidikan intelektualitas dan pendidikan agama dan moralitas. Ketidakpedulian orang tua adalah awal dari gagalnya orang tua mendidik anak menjadi penerus keluarga sekaligus bangsa yang kurang baik nantinya. Orang tua tidak boleh terus menerus mementingkan segala sesuatunya yang bersifat mengejar materi demi memenuhi kebutuhan keluarga walapun itu juga merupakan tugas kewajiban orang tua dalam keluarga tapi orang tua juiga harus menyadari bahwa pendidikan berupa nasihat dan teguran dsb sangatlah dibutuhkan dalam menjaga dan membentuk keluarga yang baik dan sempurna.

keluarga

menegur 1Apalagi di zaman globalisasi orang tua harus semakin ketat dan peka terhadap perkembangan pendidikan anak jika tidak maka si anak akan hilang arah dan terseret oleh arus budaya globalisasi yang sapat merubah pola pikir dan gaya hidup muda yang menyimpang seperti pakaian yang kurang pantas dipakai (tidak sopan), penggunaan bahasa yang tidak mengenal etika dalam menghadapi pada siapa dia berbicara, mempunyai sikap pemberani yang tidak mengenal batas, pengetahuan tekhnologi yang disalahgunakan, kehidupan yang menikberatkan pada kebebasan yang berujung terjadinya hubungan pertemanan yang bebas tak terkendali. Maka dari itu peran orang tua sangatlah dibutuhkan dan sangat penting dalam perkembangan pendidikan anak di zaman arus globalisasi saat ini.

Dari peran pemerintah, peran guru dalam sekolah/akademik dan peran orang tua harus sama – sama mempunyai kemampuan dalam memanage/mengatur dan mendidik anak kearah yang semestinya dituju sebagai calon generasi penerus keluarga dan bangsa. Walaupun tidak semuanya/sebagian dari berbagai pihak tesebut tadi sudah melakukan kewajibannya dan mempunyai system didikan yang tepat dan baik pada anak.

Disinilah dibutuhkan sebuah kekuatan kebersamaan (bekerjasama) dan kekompakan untuk saling menumbuhkan kesadaran dan pengertian dari dalam benak setiap manusia yang tercantum dalam pihak tersebut diatas untuk tergugah mengadakan sebuah perubahan diri dalam menerapkan system pengaturan pendidikan yang baik dari berbagai pihak demi tegaknya dan terwujudnya generasi muda yang berpotensi baik dari segi intelektual maupun segi kepribadian moral untuk melawan arus golbalisasi yang kurang baik dan memilih budaya global yang sesuai dengan adat bangsa ketimuran Indonesia yang dapat mendukung kemajuan bangsa dan Negara tanpa ada kerusakan pendidikan akibat arus golbalisasi.

Semoga kehidupan bangsa dan Negara ita kedepan menjadi lebih maju dan lebih baik dan tidak hancur akibat pengaruh globalisaasi yang tidak mengenal siapapun. Terutama generasi muda untuk lebih berhati – hati dalam menjalani kehidupan ini dengan memiliki potensi kepribadian yang baik untuk bisa mengatur diri kearah kebenaran……!!!

Malang, 04 Februari 2010

By : Harry Sugara

Download doc
Download Pdf
Did you like this? Share it:
Tweet

Posted in pendidikan on February 5th, 2010 by harrys | | No Comments »

 

Indonesia Harus Secepatnya Produksi Kendaraan Bermotor Murah dan Hijau

PERNYATAAN Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Departemen Perindustrian RI Budi Dharmadi kepada pers baru-baru ini yang mengungkapkan telah melakukan pengkajian dan pengembangan konsep mobil murah (low cost vehicle) dan hijau (economic green vehicle), sangat menarik dan patut dicermati.Hal tersebut dinyatakan Budi Dharmadi sebagai tanggapan atas desakan berbagai kalangan komunitas pecinta otomotif di tanah air agar konsep mobil murah dan hijau sekaligus berteknologi tinggi secepatnya diterapkan pemerintah mengingat kondisi ekonomi Indonesia yang tidak menentu yang berimbas pada kelesuan daya beli masyarakat khususnya bisnis otomotif.

Alasan lain, Indonesia merupakan salah satu penghasil polusi tertinggi di kawasan Asia bahkan di dunia, dimana penyumbang polusi tertinggi berasal dari gas buangan (emisi) berbagai jenis kendaraan bermotor. Solusi untuk mereduksi polusi salah satunya membuat kendaaraan ramah lingkungan.

2001-Ferrari-360-Spider-01

Ditilik dari aspek kebijakan teknologi, pernyataan Budi Dharmadi mengindikasikan pemerintah agak terlambat merespon atau sedikit kekurangjelian dalam upaya mentransformasi perkembangan teknologi otomotif di dunia saat ini yang berorientasi pada konsep kendaraan murah dan hijau berteknologi tinggi seperti mobil berbasis hybrid, listrik, ataupun biodiesel. Tak usah jauh-jauh, negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Australia sudah enam-tujuh tahun yang lalu melakukan kajian pengembangan sekaligus standarisasi industri otomotif berteknologi tinggi yang murah dan hijau.

Belum Fokus

Fakta yang terjadi, seluruh investor dan produsen otomotif di tanah air masih belum terfokus memikirkan kemampuan untuk memproduksi mobil berkonsep hybrid atau motor listrik bahkan biodiesel. Sementara, negara-negara maju saat ini berambisi dan membuat target agar mobil-mobil berteknologi hybrid, biodiesel, dan listrik harus sudah memenuhi standarisasi dan diproduksi secara besar-besaran dua tiga tahun ke depan.

Salah satu contoh, Jepang, dimana target paling lambat 2012 semua kendaraan di Jepang harus memenuhi standar emisi ketat dari pemerintah yang telah ditetapkan dimana standard-nya paling bersih di dunia. Reaksi pun ditanggapi serius. Produsen kendaraan bermotor Jepang, Mitsubishi, misalnya, telah siap dan komit memproduksi mobil listrik komersial versi mereka yaitu dua varian i-MIEV (Mitsubishi Innovation Electric Vehicle) secara besar-besaran pada 2010.

Dampak global warming membuat kebijakan pemerintah Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Eropa berambisi menginginkan agar penggunaan bahan bakar berbasis minyak bumi ditiadakan pada masa-masa yang akan datang.

Bagi produsen otomotif di Indonesia, banyak alasan teknis maupun non-teknis yang muncul kenapa masih belum mengupayakan membuat kendaraan yang murah dan ramah lingkungan.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Bambang Trisulo yang menjelaskan alasan bahwa tren mobil murah belum melanda Indonesia tentunya tidak masuk akal.

Anehnya alasan berbeda dilontarkan Komisaris Utama Grup Indomobil, Soebronto Laras yang mengatakan strategi kebijakan perusahaan dan investasi yang sudah terlanjur dibuat dan didisain oleh para produsen kendaraan bermotor di tanah air, tidak mungkin diubah dalam sekejap mata.

Soebronto Laras juga berpendapat, pemerintah Indonesia belum membuat gebrakan dalam berbagai kebijakan terkait industri otomotif termasuk standarisasi sistem alat  transportasi jangka panjang terutama yang berkaitan dengan aplikasi teknologi tinggi berbasis listrik, hybrid atau pun biodiesel yang menguntungkan bagi semua pihak.

Pernyataan Soebronto Laras memang ada benarnya. Buktinya, bagaimana mau bisa membuat mobil listrik dengan SPBU-SPBU listriknya, sedangkan strategi dan kebijakan energi pemerintah terutama soal PLN masih bermasalah dan harus banyak dibenahi.

Namun demikian, dibalik pernyataan Soebronto masih ada indikasi lain yaitu soal profital secara komersial selalu lebih diutamakan bagi para produsen kendaraan bermotor konvensional di Indonesia ketimbang membuat alternatif mobil murah berteknologi tinggi apalagi membuat mesin yang ramah lingkungan.

Dampak Negatif

Apabila cara seperti itu diterapkan terus, justru berdampak negatif pada kondisi sistem dan alat transportasi Indonesia yang tidak memiliki kemajuan sama sekali. Misalnya, ketergantungan ketersediaan BBM bagi pengguna kendaraan bermotor konvensional sangat tinggi bahkan tendensinya akan selalu ke arah ekonomi high-cost.

Efek lain yang paling fatal, kekacauan implementasi standarisasi kelak ketika transformasi dari mesin konvensional ke mesin hijau berteknologi tinggi diterapkan secara mendadak. Efek ini berupa ketidaksiapan dan standarisasi sistem, misalnya kurangnya SPBU berbasis listrik atau biodiesel, suku cadang bergantung impor, bengkel-bengkel repair atau service centre yang belum ada, dan bahkan tidak siapnya montir-montir ahli.

Contoh ketidaksiapan sistem moda transportasi di Indonesia dapat dilihat pada problem taksi dan bus TransJakarta yang mesinnya berbahan bakar gas (BBG). Banyak taksi dan bus TransJakarta mengantre panjang di beberapa wilayah di Jakarta karena kurangnya SPBU-SPBU berbasis BBG. Akibatnya, banyak penumpang bus TransJakarta membanjir dan antre panjang pada jam sibuk di hampir semua hall terminal bus TransJakarta. Keadaan tersebut menimbulkan efek psikologis dan cenderung menimbulkan stress bagi para pengguna moda transportasi bus TransJakarta. Kondisi ini diperparah dengan kemacetan yang kian tinggi di hampir semua ruas-ruas jalan utama di Jakarta.

Punya Kemampuan

Apapun kendalanya, sesungguhnya Indonesia mampu membangun industri otomotif berteknologi tinggi yang murah terjangkau juga berorientasi ramah lingkungan. Upaya untuk memproduksi mobil atau sepeda motor berteknologi tinggi yang murah dan hijau memang tidak mudah tetapi sebetulnya sudah bisa dibangun dan diproduksi di dalam negeri. Soal SDM jangan diragukan, jika perlu terus dibina (training) secara kontinu. Artinya, Indonesia mempunyai kemampuan, kok. Bahkan, sudah banyak ahli merekomendasikan kendaraan listrik cocok diterapkan di Indonesia di masa depan.

Apa yang dikatakan Budi Dharmadi, bagaimana pun ada aspek positif yang muncul dimana pemerintah sebetulnya memikirkan untuk membuat kendaraan bermotor berteknologi tinggi yang murah dan hijau di Indonesia.

Problemnya, hanya soal komitmen dan dukungan dari semua semua pihak. Jika semua pihak deal dan siap, pemerintah tidak perlu cemas dalam hal membuat kebijakan dan koordinasi. Mudah-mudahan hasil kajian Departemen Perindustrian secepatnya direspon dan diwujudkan.

Intinya, Indonesia harus terus beradaptasi terhadap perkembangan maupun evolusi industri otomotif di seluruh dunia. Jangan sampai dicap bahwa Indonesia selalu tertinggal dalam urusan transformasi evolusi teknologi.

Daniel Saut Goeltom, SSi
Penulis Fisikawan dan Pemerhati Perkembangan Sains dan Teknologi Indonesia

Download doc
Download Pdf
Did you like this? Share it:
Tweet

Posted in teknologi on February 5th, 2010 by harrys | | No Comments »

 

Kota Tercinta

Menelisik Pantai Pasir Putih Kota Situbondo

MLG_SitubondoBerdasarkan Legenda Pangeran Situbondo, nama Kabupaten Situbondo berasal dan nama Pangeran Situborido atau Pangeran Aryo Gajah Situbondo, dimana sepengetahuan masyarakat Situbondo bahwa Pangeran Situbondo tidak pernah menampakkan hal tersebut dikarenakan keberadaannya di Kabupaten Situbondo kemungkinan sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat kekalahan pertarungannya dengan Joko Jumput, sehingga hanya ditandai dengan ditemukannya sebuah ‘odheng’ (ikat kepala). Pangeran Situbondo yang ditemukan di wilayah Kelurahan Patokan dan sekarang dijadikan Ibukota Kabupaten Situbondo. Kini kotaSitubondo dipimpim oleh eorang bupati yang bernama Drs H Suroso Mpd. Namun kita akan mengajak kalian untuk mengenal salah satu objek pariwisata yang cukup terkenal dan sering dikunjungi dari berbagai elemen masyarakat terutama masyarakaat kota Situbondo sendiri. Salah saatu objek wiata pantai yang menjadi favorit yaitu pantai “PASIR PUTIH SITUBONDO”

pkab-situbondo

pasir-putih-situbondo


Pantai Pasir Putih Situbondo, sesuai dengan namanya maka pantai ini terletak di Kabupaten situbondo Jatim. Sangatlah dikenal sebagai salah satu andalan wisata di kabupaten tersebut dan juga di provinsi jatim karena hamparan pasirnya yang putih bersih. Disamping itu pantai ini mempunyai morfologi yang bisa dibilang unik. Dengan topografinya yang melengkung menghadap ke laut dengan latar belakang hutan maka terpandang gugusan panorama yang sangat indah. Bilamana kita memandang ke arah utara, kita dapat melihat luasnya laut utara Jawa dengan garis putih di pinggir pantai, dan bila kita memandang di belakangnya, rimbunan hutan menyuguhkan kesejukan tersendiri
Bagi mata.

DSC00970

Pantai Pasir Putih Situbondo letaknya sangat strategis, yakni di pinggiran jalan utama Surabaya-Banyuwangi. Bagi wisatawan yang ingin menuju ke Bali dengan perjalanan darat dari Surabaya, atau bagi yang menuju kearah Gunung Bromo dari Banyuwangi, biasanya menyempatkan diri untuk mampir beristirahat dan menyaksikan keindahan panorama yang disuguhkan dan juga menikmati eloknya matahari terbenam.

pantaikutabali-050


pasir-putih-situbondo2


Para nelayan biasanya pada bulan Oktober mengadakan upacara Petik Laut, yaitu melarung makanan, jajanan, dan kepala lembu ke tengah laut sebagai upaya memohon berkah hasil laut dari Tuhan. Pada saat upacara, biasanya juga dipentaskan musik Gandrung, yakni musik tradisional yang populer di Banyuwangi dan daerah sekitarnya.

Keistimewaan Pantai Pasir Putih Situbondo

Kita dapat melakukan berbagai macam olahraga laut seperti berenang, menyelam, maupun berselancar di pantai pasir putih ini. Bilamana anda enggan berenang, anda bisa menaiki perahu untuk berlayar dan menikmati pemandangan bawah laut.

karang 1

Gb. Karang Pantai Pasir Putih.

Lokasi Pantai Pasir Putih

Pantai ini berada di Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Akses Menuju Pantai Pasir Putih

Akses menuju pantai pasir putih ini sangatlah mudah karena posisinya di pinggir jalan utama Surabaya Banyuwangi dengan jarak kurang lebih 170an km dari Surabaya atau sekitar 4 jam perjalanan menggunakan bus umum dari terminal Bungurasih Surabaya. Sementara dari kota Situbondo, Pantai Pasir Putih berjarak kurang lebih 21an km atau memakan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Situbondo.

Selamat menikmati keindahan pantai pasir putih situbondo.

Download doc
Download Pdf
Did you like this? Share it:
Tweet

Posted in Pariwisata on February 3rd, 2010 by harrys | | No Comments »

 

WP Platinum Archives

Latest Monthly Archives

  • February 2010
  •  


    Latest Daily Archives

  • February 5, 2010
  • February 3, 2010
  •  

     

    All Platinum Categories

  • Energi
  • Pariwisata
  • pendidikan
  • Politik Nasional
  • teknologi
  •  


    All Platinum Tags

    WP Platinum Search



  • Kalender

    May 2012
    M T W T F S S
    « Feb    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Meta

    • Register
    • Log in
    • Entries RSS
    • Comments RSS
    • WordPress.org
  • BiodataQ

    • Biodata Diri
  • Welcome Myspace Comments
    MyNiceProfile.com
  • Categories

    • Energi (1)
    • Pariwisata (1)
    • pendidikan (1)
    • Politik Nasional (1)
    • teknologi (1)
  • Blogroll

    • kompas
    • Lliputan 6
    • Roda Gila
    • Universitas Muhammadiyah Malang
    • WordPress.org
  • my friend's

    • http://agus.student.umm.ac.id
    • http://arzarulfadhani.wordpress.com
    • http://dieka.student.umm.ac.id
    • http://marissa.student.ac.id
    • http://yona.student.umm.ac.id
  • Copyright 2010 Harry's Blog_Civic Hukum.
    dvd ipod converter